Analisis Kekuasaan

Luthfi Mubarrok El-Contong
KEKUASAAN
Dalam pengertiannya, kekuasaan adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua atau lebih individu (a quality inherent in an interaction between two or more individuals). Jika setiap individu mengadakan interak    jkksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan.
Dalam teori politik menunjuk pada kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. Max Weber menuliskan adanya tiga sumber kekuasaan: pertama dari perundangundangan yakni kewenangan; kedua, dari kekerasan seperti penguasaan senjata; ketiga, dari karisma.
Kekuasaan dan politik adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dimana politik adalah salah satu bentuk untuk memperoleh kekuasaan “how to get the power”. Ketika kita membicarakan politik maka sebenarnya kita membicarakan suatu strategi bagaimana mendapatkan kekuasaan. Kekuasaan adalah energi yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok untuk memuluskan tujuan yang ingin dicapainya.
Kekuasaan dalam politik artinya menghimpun dan menempatkan energi setiap orang dalam kelompok untuk memperoleh kekuatan dalam memuluskan dan mencapai tujuan yang hendak dicapainya. Kekuasaan dalam politik kadang kelihatannya sangat “kotor”, karena strategi seseorang atau kelompok dalam berpolitik memungkinkan menggunakan berbagai cara yang pada akhirnya harus mengorbankan seseorang atau kelompok lainnya.
Dengan berbagai alasan apakah tidak satu ideology sampai kepada tidak sepaham secara budaya atau dogmatis agama. Kekuasaan yang diperoleh karena politik adalah upaya untuk menguasai masyarakat kebanyakan (pupils) secara ideological sehingga pemilik kekuasaan berada pada posisi tertinggi atau sering disebut kaum elit.
Kaum elit sebagai minoritas adalah kelompok mayoritas dalam kekuasaan, sehingga segala bentuk perilaku masyarakat kebanyakan sering diindahkan sebagai perilaku yang harus seragam. Keseragaman dalam kacamata politik berbentuk statetemen yang kemudian diturunkan menjadi sebuah kebijakan bagi masyarakat kebanyakan.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh kaum elit akan mengatur segala perilaku orang dalam menjalankan dan memberikan sumbangsih terhadap kehidupan, baik dalam kehidupan bernegara bahkan sampai kepada kehidupan bermasyarakat.


ANALISIS TENTANG KEKUASAAN

Orang-orang yang berada pada pucuk pimpinan suatu organisasi seperti, presiden, manajer, direktur, kepala dan sebagainya, memiliki kekuasaan power dalam konteks mempengaruhi perilaku orang-orang yang secara struktural organisator berada di bawahnya. Sebagian pimpinan menggunakan kekuasaan dengan efektif, sehingga mampu menumbuhkan motivasi bawahan untuk bekerja dan melaksanakan tugas dengan lebih baik. Namun, sebagian pimpinan lainnya tidak mampu memakai kekuasaan dengan efektif, sehingga aktivitas untuk melaksanakan pekerjaan dan tugas tidak dapat dilakukan dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya kita bahas secara terperinci tentang jenins-jenis kekuasaan yang sering digunakan dalam suatu organisasi.
Kekuasaan bisa dimiliki oleh setiap manusia, karena pada dasarnya manusia memiliki kekuatan untuk menguasai dan di kuasai, kekuasaan inilah yang menjadi dasar terciptanya kepemimpinan antara individu, sebab hubugan realitifitas terjadi ketika terdapat berbagai jenis kekuasaan di dalam nya, maka dari itu tidak salah jika setiap individu itu memiliki kekuasaan baik kekuasaan terhadap sendiri, antar individu, dan kelompok maupun organisasi.
Kekuasaan tidak sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah ataupun lembaga-lembaga yang bersangkutan, sesungguhnya kekuasaan itu bisa di miliki oleh setiap manusia dengan kekuatan atau kinginan yang di kehendakinya. Sebab, manusia di ciptakan untuk mengusai dan di kuasai, barang siapa yang mempunyai kekuatan “cukup”, maka seseorang tersebut bisa menguasai yang di kehendakinya. Dan begitu juga sebaliknya, jika seseorang belum memiliki kekuatan “cukup”, maka seseorang tersebut belum bisa pula menguasai apa yang telah di kehendakinya.
Hal inilah yang menjadi analisis hukum kausalitas bagi setiap manusia, yaitu berpotensinya manusia untuk menguasai, sehingga kekuasaan tidak sepenuhnya di miliki oleh pemerintah dan lembaga-lembaga tertentu. Inilah yang menjadikan nilai bagi setiap individu untuk menciptakan kekuasaan .



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlindungan Hukum Atas TKI

Rujuk Dan tata caranya

Demokrasi